Monday, December 9, 2013
Browse Manual »
Wiring »
aku
»
cerpen
»
dan
»
dia
»
kamu
»
persahabatan
»
Cerpen Persahabatan Aku Kamu dan Dia
Sore itu aku duduk sendirian didekat kolam rumahku. Aku hanya terdiam membisu seolah-olah akulah orang yang selalu salah dimata sahabatku ’Jessica’. tiba-tiba tanpa ku sadari Shelena datang menghampiriku dan membuyarkan lamunanku.
“kamu knapa nik?” tanya Shelena
Tak ada kata terucap dari mulutku hanya ku sodorkan handphone yang aku pegang. Setelah Shelena membaca semua sms dari Jessica yang ada dihandphoneku. . .
“sabar nik, mungkin dia lagi kacau balau sehingga menuduhmu” ujar Shelena
“iya aku harus sabar, tapi aku bingung mau jelasin ke dia gimana. Dia sudah tak mau dengar ucapanku lagi” jelasku
“tenang aja aku bakal bantu kamu kok sob, ya udah lebih baik kita main game playstation di Timezone yuk” hibur Shelena
“okedeh” jawabku sumringah dan menghapus air mataku
Lalu aku dan Shelena bergegas bersiap-siap untuk berangkat. Kami menggunakan trasportasi mobil yang disetir oleh pak wawan, sopirku. Sesampainya di mall kami langsung naik ke lantai dua dan memasuki arena playstation. Disana kami bermain sepuas-puasnya. Tetapi saat aku ke toilet disana aku bertemu dengan Jessica. Dia menatapku sinis sehingga ku tak bernani berkata sedikitpun.
“sabar nik”batinku
Aku kembali ke tempat kami bermain game tadi karena shelena masih bermain disana. Mukaku sudah benar-benar tak bergairah dan sangat kusut.
“pasti jessica sms kamu lagi?” tebak shelena
Aku menggelengkan kepala.
“terus kenapa dong?ditelephone?” tanya shelena lagi.
“nggak aku ketemu dia di toilet” jawabku pelan
Karena melihatku sudah tak bergairah lagi, shelena mengajakku pulang.
Keesokan harinya sebelum tanda bel masuk dibunyikan shelena menemui jessica yang sedang duduk dibawah pohon depan kelasnya.
“hai jess” sapa shelena
“hai” balas jessica
“em aku mau tanya, sorry sebelumnya kalo aku lancang. Sebenernya apa betul sih kalo Nikita yang mengambil headphone kamu?diakan anak oran kaya masak mungkin dia mengambil punyamu, kamu kan juga sahabtnya? Sahabat dari kecil pula” tanya shelena panjang lebar
“iya sih dia anak orang kaya, tapi aku yakin kalo yang mengambil tu Nikita soalnya pas headphone baruku aku bawa tuh cuma shelena yang tau” jelas jessica
“dari pada kamu belum tau pasti kebenarannya mending nanti pas istirahat kita cek siapa yang sering menggeledah tas kamu sekarang kan barang-barang kamu sering hilang?” ajak shelena karena shelena juga penasaran.
“gimana caranya?”tanya jessica
Lalu shelena memberi tau caranya kepada jessica dengan suara pelan karena ia takut ada yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
“oke” jawab jessica penuh semangat
Saat istirahatpun ruangan kelas mereka sepi, mereka mengintip dari jendela rahasia mereka. Setelah menunggu kira-kira 2menit ada seorang cewek memasuki ruang kelas mereka. Cewek itu menggeledah tas jessica. Jessica kaget karena cewek itu adalah Sheli temannya yang selalu menjelek-jelekkan nikita sehingga jessica membenci nikita.
“aku nggak nyangka”triak jessica
Sheli lalu menoleh jessica. Dia segera lari.
“tunggu” ujar jessica kesal
Shelipun memberhentikan langkahnya. Akupun menghampiri jessica,sheli,dan shelena.
“ada apa sih?” tanyaku
“ini ni biang keroknya” kata shelena
“maafin aku ya nik. Aku udah nuduh kamu, aku harap kamu masih mau jadi sahabt aku.”ujar jessica
“iya jess nggak papa kok, tentu dong kita untuk selamanya” jawab niki sambari tersenyum
“nah gitu dong kalo bertengkar kan nggak enak” ucap shelena
“nah kamu, pergi dari sini kamu udah mau hancurin hubunganku sama nikita.”
“oke, nggak takut. Aku bisa tanpa kalian” jawab sheli sadis
Mereka semua meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju kelas karena bel masuk sudah berbunyi.
Cerpen Persahabatan Aku Kamu dan Dia
Cerpen Persahabatan ini dikirim oleh Vinanda Oktaviani.
Aku, Kamu dan Dia
Sore itu aku duduk sendirian didekat kolam rumahku. Aku hanya terdiam membisu seolah-olah akulah orang yang selalu salah dimata sahabatku ’Jessica’. tiba-tiba tanpa ku sadari Shelena datang menghampiriku dan membuyarkan lamunanku.
“kamu knapa nik?” tanya Shelena
Tak ada kata terucap dari mulutku hanya ku sodorkan handphone yang aku pegang. Setelah Shelena membaca semua sms dari Jessica yang ada dihandphoneku. . .
“sabar nik, mungkin dia lagi kacau balau sehingga menuduhmu” ujar Shelena
“iya aku harus sabar, tapi aku bingung mau jelasin ke dia gimana. Dia sudah tak mau dengar ucapanku lagi” jelasku
“tenang aja aku bakal bantu kamu kok sob, ya udah lebih baik kita main game playstation di Timezone yuk” hibur Shelena
“okedeh” jawabku sumringah dan menghapus air mataku
Lalu aku dan Shelena bergegas bersiap-siap untuk berangkat. Kami menggunakan trasportasi mobil yang disetir oleh pak wawan, sopirku. Sesampainya di mall kami langsung naik ke lantai dua dan memasuki arena playstation. Disana kami bermain sepuas-puasnya. Tetapi saat aku ke toilet disana aku bertemu dengan Jessica. Dia menatapku sinis sehingga ku tak bernani berkata sedikitpun.
“sabar nik”batinku
Aku kembali ke tempat kami bermain game tadi karena shelena masih bermain disana. Mukaku sudah benar-benar tak bergairah dan sangat kusut.
“pasti jessica sms kamu lagi?” tebak shelena
Aku menggelengkan kepala.
“terus kenapa dong?ditelephone?” tanya shelena lagi.
“nggak aku ketemu dia di toilet” jawabku pelan
Karena melihatku sudah tak bergairah lagi, shelena mengajakku pulang.
Keesokan harinya sebelum tanda bel masuk dibunyikan shelena menemui jessica yang sedang duduk dibawah pohon depan kelasnya.
“hai jess” sapa shelena
“hai” balas jessica
“em aku mau tanya, sorry sebelumnya kalo aku lancang. Sebenernya apa betul sih kalo Nikita yang mengambil headphone kamu?diakan anak oran kaya masak mungkin dia mengambil punyamu, kamu kan juga sahabtnya? Sahabat dari kecil pula” tanya shelena panjang lebar
“iya sih dia anak orang kaya, tapi aku yakin kalo yang mengambil tu Nikita soalnya pas headphone baruku aku bawa tuh cuma shelena yang tau” jelas jessica
“dari pada kamu belum tau pasti kebenarannya mending nanti pas istirahat kita cek siapa yang sering menggeledah tas kamu sekarang kan barang-barang kamu sering hilang?” ajak shelena karena shelena juga penasaran.
“gimana caranya?”tanya jessica
Lalu shelena memberi tau caranya kepada jessica dengan suara pelan karena ia takut ada yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
“oke” jawab jessica penuh semangat
Saat istirahatpun ruangan kelas mereka sepi, mereka mengintip dari jendela rahasia mereka. Setelah menunggu kira-kira 2menit ada seorang cewek memasuki ruang kelas mereka. Cewek itu menggeledah tas jessica. Jessica kaget karena cewek itu adalah Sheli temannya yang selalu menjelek-jelekkan nikita sehingga jessica membenci nikita.
“aku nggak nyangka”triak jessica
Sheli lalu menoleh jessica. Dia segera lari.
“tunggu” ujar jessica kesal
Shelipun memberhentikan langkahnya. Akupun menghampiri jessica,sheli,dan shelena.
“ada apa sih?” tanyaku
“ini ni biang keroknya” kata shelena
“maafin aku ya nik. Aku udah nuduh kamu, aku harap kamu masih mau jadi sahabt aku.”ujar jessica
“iya jess nggak papa kok, tentu dong kita untuk selamanya” jawab niki sambari tersenyum
“nah gitu dong kalo bertengkar kan nggak enak” ucap shelena
“nah kamu, pergi dari sini kamu udah mau hancurin hubunganku sama nikita.”
“oke, nggak takut. Aku bisa tanpa kalian” jawab sheli sadis
Mereka semua meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju kelas karena bel masuk sudah berbunyi.
==Tamat==
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment