Showing posts with label pada. Show all posts
Showing posts with label pada. Show all posts

Thursday, February 20, 2014

Cara Menambahkan Scroll Pada Arsip Blog


Scroll pada Blog Archive

Plug in Blog Archive telah terpasang kembali pada Blog Carater-66 ini, nah agar tampiannya tidak terlalu panjang ke bawah maka saya mencoba dengan membuat scroll (contohnya ada di side bar blog ini), sehingga tampilannya lebih minimalis dan tidak membuat loading blog menjadi lelet. Tertarik untuk membuatnya? Berikut langkah - langkah Cara Menambahkan Scroll Pada Arsip Blog atau Blog Archive (Blog List in Carater-66) :

1.      Sign In di Bloggermu
2.      Klik Menu Rancangan
3.      Klik Menu Edit HTML
4.      Beri Tanda Centang Pada Kotak "Expand Widget Template"
5.      Cari Kode <div id=ArchiveList> dengan Control F
6.      Lalu Tambahkan Kode Berikut di Atasnya:

<div style=overflow:auto; width:ancho; height: 150px;>

7.      Ganti 150px dengan ukuran kesukaanmu
8.      Kemudian cari kode dibawah ini:

<b:if cond=data:style == &quot;FLAT&quot;>
<b:include data=data name=flat/>
</b:if>
<b:if cond=data:style == &quot;MENU&quot;>
<b:include data=data name=menu/>
</b:if>
</div>
</div>

9.      Lalu ganti dengan kode berikut (anda juga bisa hanya menambahkan kode yang bercetak merah) :


<b:if cond=data:style == &quot;FLAT&quot;>
<b:include data=data name=flat/>
</b:if>
<b:if cond=data:style == &quot;MENU&quot;>
<b:include data=data name=menu/>
</b:if>
</div>
</div></div>

10. Setelah selesai kodenya jadi seperti di bawah ini, lalu save.


<div style=overflow:auto; width:ancho; height:150px;>
<div id=ArchiveList>
<div expr:id=data:widget.instanceId + &quot;_ArchiveList&quot;>
<b:if cond=data:style == &quot;HIERARCHY&quot;>
<b:include data=data name=interval/>
</b:if>
<b:if cond=data:style == &quot;FLAT&quot;>
<b:include data=data name=flat/>
</b:if>
<b:if cond=data:style == &quot;MENU&quot;>
<b:include data=data name=menu/>
</b:if>
</div>
</div></div>
<b:include name=quickedit/>

 Semoga bermanfaat....
ReadFull Article ..

Saturday, November 30, 2013

Memperbaiki error NTLDR pada Windows XP



kerusakan ??error NTLDR is Missing atau NTLDR not found memang sering terjadi. Penyebabnya juga bermacam-macam, bisa karena harddisk yang sudah rusak, RAM yang rusak atau serangan virus yang menyebabkan file NTLDR menjadi rusak atau corrupt. NTLDR dalam windows mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu sebagai file yang mendukung dalam proses booting Windows, termasuk file Ntdetct.com dan boot.ini. Ketiga file tersebut merupakan file yang digunakan dalam proses booting Windows.


Jika sobat  mengalami error NTLDR is Missing, apa yang akan dilakukan? Jawabanya mungkin adalah install ulang. Install ulang merupakan sebuah cara memperbaiki Windows yang paling mudah. Tetapi yang menjadi pertanyaan, efektifkah cara tersebut ? Kalo menurut saya jawabannya tidak efektif, karena dengan Install ulang kita membutuhkan waktu yang lebih lama dalam mengembalikan kinerja komputer.


Solusi yang terbaik disini adalah memperbaiki/repair Windows, tetapi disini bukan repair secara otomatis, tetapi repair secara manual lewat command prompt. Menggunakan repair secara manual membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan secara otomatis. Kalau melakukan repair Windows secara otomatis waktu yang diperlukan hampir sama dengan waktu install ulang (tanpa instalasi program aplikasi tambahan tentunya).


Seperti yang tadi sudah disampaikan bahwa error NTLDR is Missing disebabkan karena file yang bersangkutan mengalami masalah, bisa rusak atau corrupt. Cara memperbaikinya bisa dikatakan cukup mudah, kita tinggal mengkopikan saja kembali file tersebut yang ada dalam master Windows ke drive dimana Windows tersebut terinstall.


Langkah-langkah yang bisa anda coba adalah:

  • Booting komputer menggunakan CD Windows xp
  • Pilih menu repair manual dengan cara masuk ke Windows recovery console. Menu ini muncul setelah proses detecting hardware selesai.




Setelah menekan tombol “R” maka jendela Windows Recovery Consol akan muncul:


  • Sebagai asumsi Windows anda terinstall di C:, sedangkan CD ROM anda mempunyai letter D:, maka proses pengkopiannya adalah:

  1. copy D:i386ntldr C:
  2. copy D:i386ntdetect.com C:
  • Dengan melalukan 2 cara diatas, maka file NTLDR dan ntdetect.com akan ditimpa dengan file yang sama yang diambilkan dari master Windows Xp.
  • Langkah berikutnya adalah dengan memperbaiki file boot.ini. Caranya masih pada posisi Windows Recovery Consol, ketik “type c:boot.ini. Perintah ini akan mengecek apakah file boot.ini valid apa tidak. Jika valid maka akan tampil tulisan berikut:
[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional” /noexecute=optin /fastdetect

  • Jika file boot.ini rusak atau corrupt, maka pesan akan ditampilkan kurang lebihnya seperti berikut:
  1. The system cannot find the file or directory spesified
  2. File not Found-boot.ini
Untuk mengatasi masalah ini, pada Windows Recovery Consol ketik “edit.com”, setelah ini MS-DOS editor akan terbukaBuat file berikut ini dan simpan dengan nama boot.ini di drive C:
[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional” /noexecute=optin /fastdetect

  • Catatan: partition (1) merupakan partisi pertama dimana Windows terinstall, jika sobat menginstall Windows di Drive lain, maka sobat bisa menyesuaikannya.
Restart komputer, maka kemungkinan masalah error NTLDR is Missing pada Windows XP akan hilang

Demikian apa yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi sobat semua. Terima kasih
ReadFull Article ..

Tuesday, November 12, 2013

Cara Membuat Dan Memasang Disclaimer Pada Blog

Cara Membuat Dan Memasang Disclaimer Pada Blog
Cara Membuat Dan Memasang Disclaimer Pada Blog - Pada kesempatan kali ini Blogspot ID akan membahas sedikit mengenai pengertian disclaimer, fungsi disclaimer, cara membuat disclaimer dan cara memasang disclaimer pada blog. Banyak para blogger yang sudah memasang Disclaimer pada navigasi blog mereka, entah itu karena bawaan templatenya sehingga Admin blog tersebut mengisi disclaimer tersebut atau juga inisiatif sendiri untuk memasang disclaimer. Kebanyakan mereka yang memasang disclaimer tidak tau apa yang dimaksud dengan disclaimer, maka dari itu saya membuat artikel ini untuk memberitahu kepada kalian semua mengenai disclaimer sehingga Anda akan mengerti apa itu disclaimer, jadi tidak asal pasang saja di blog Anda.

Apa Itu Disclaimer ?
Disclaimer memiliki arti sebagai penangkal atau penyanggah. Artinya disclaimer merupakan alat atau media untuk menyangkal suatu tindakan yang akan mengancam bahkan merugikan terhadap kita sendiri. Maksud terhadap kita sendiri adalah terhadap situs web atau blog yang kita miliki. Dengan adanya disclaimer sangat bermanfaat, jika ada masalah mengenai situs web atau blog kita dengan situs web atau blog milik orang lain, dan biasanya masalah ini bertentangan dengan artikel yang ada pada kedua situs web atau blog tersebut. Jadi, kita mudah menangkalnya dengan disclaimer ini agar tidak salah jika kita yang disalahkan.

Apa Fungsi Disclaimer ?
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa fungsi disclaimer ini sebagai penangkal situs web atau blog dari ancaman-ancaman yang mengarah kepada situs web atau blog kita sehingga dapat merugikan web atau blog yang kita miliki. Dengan adanya disclaimer juga dapat melindungi konten/artikel, gambar maupun video yang berada pada situs web atau blog tersebut, karena dalam disclaimer ini mengandung hak cipta milik Admin web atau blog tersebut.

Bagaimana Cara Membuat Disclaimer ?
Perlu Anda ketahui bahwa membuat disclaimer ini tidak hanya dari disclaimer generator atau hasil buatan orang lain, tetapi kita juga bisa membuatnya sendiri, tentu saja dengan bahasa sendiri tetapi orang lain juga harus mengerti. Tetapi mungkin Anda akan kesulitan untuk menulis disclaimer sendiri, sehingga membutuhkan bantuan yaitu dengan membuat disclaimer generator. Silahkan simak cara pembuatan disclaimer di bawah ini :
1. Masuk ke http://www.easyriver.com/free_disclaimer.htm
2. Lalu isi data-datanya :

- *Site name-------------> [Nama Situs]
- *Company name-------> [Nama Perusahaan]
- *Country---------------> [Negara]
- *e-mail address---------> [Email]

3. Setelah di isi semua, silahkan klik Make My Disclaimer
4. Lalu copy semua kata-kata tersebut
5. Silahkan Anda paste dulu di Microsoft Word atau yang lainnya

Itulah cara membuat disclaimer generator, sangat mudah dan simple, sehingga tidak memerlukan banyak waktu untuk membuat disclaimer sendiri. Setelah membuat disclaimer, apa yang harus kita lakukan ? Tentusaja memasang disclaimer tersebut pada navigasi blog. Bagaimana cara memasangnya ? silahkan Anda simak mengenai cara memasang disclaimer pada blog.

Bagaimana Cara Memasang Disclaimer pada Blog ?
1. Masuk ke Blogger.com
2. Pilih nama blog yang akan ditambahkan disclaimer
3. Klik Laman => Laman Baru => Laman Kosong
Cara Membuat Dan Memasang Disclaimer Pada Blog 1
4. Lalu isi Judul artikel dan Isi artikel, kemudian klik Publikasikan
Cara Membuat Dan Memasang Disclaimer Pada Blog 2
5. Setelah Anda publikasikan, silahkan Anda buka laman tersebut, lalu copy linknya dan simpan pada Navigasi web atau blog Anda.

Sekian artikel mengenai Cara Membuat Dan Memasang Disclaimer Pada Blog. Kurang lebihnya mohon maaf.
Semoga Bermanfaat...
ReadFull Article ..

Tuesday, November 5, 2013

Cara Menentukan Kelas Interval pada Tabel Distribusi Frekuensi

Cara Menentukan Kelas Interval pada Tabel Distribusi Frekuensi – Ilmu statistika mengajarkan  kita bagaimana mengolah data untuk kemudian menjadi sajian data yang dapat kita baca dan memberikan kita cara menilai untuk data-data tersebut.

Sebelum membuat tabel sebaiknya kita mencari tahu berapa kelas yang perlu dibuat dan berapa panjang interval setiap kelasnya. Ini akan membantu kita mendistribusikan nilai-nilai yang ada pada data. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

Cara Menentukan Kelas Interval pada Tabel Distribusi Frekuensi 

  1. Jangkauan (J) = Datum terbesar – Datum terkecil

    Datum terbesar = 90 Datum terkecil = 13

    Jangkauan (J) = 90 – 13 = 77

    Jadi jangkauan datanya adalah 77

  2. Banyaknya kelas interval (k)

    k = 1 + 3,3 log n , dimana n = banyaknya data (n=50)

    k = 1 + 3,3 log 50

    k = 1 + 3,3 (1,69)

    k = 1 + 5,57

    k = 6,67 ~ 7

    Jadi banyaknya kelas yang harus dibuat adalah 7 kelas

  3. Panjang interval kelas (c)

    c = Jangkauan / Banyaknya kelas interval atau c = J / k

    c = 77 / 7 = 11

    Jadi, panjang interval kelas adalah 11

    Cara Menentukan Kelas Interval pada Tabel Distribusi Frekuensi

  4. Kelas pertama:

    • Ambil datum terkecil sebagai batas bawah kelas pertama-ini tidak harus datum terkecil-untuk memudahkan. Usahakan titik tengahnya berupa bilangan bulat.
    • Jumlahkan datum terkecil dengan panjang interval kelas kemudian kurangi satu (1)
    • Panjang interval kelas pertama = (13 + 11) – 1 = 23
    • Jadi interval kelas pertama adalah (13 - 23)
  1. Kelas Kedua

    • Batas bawah kelas kedua kita mulai dari 24 (melanjutkan batas atas kelas pertama)
    • Panjang interval kelas kedua = (24+11) – 1 = 34
    • Jadi, interval kelas kedua adalah (24 - 34)
  1. Kelas ke-3 sampai kelas ke-7 dapat ditentukan dengan cara yang sama diatas (lihat langkah 4 & 5)

  2. Bila sudah selesai, kamu akan memperoleh tabel seperti berikut ini:

    tabel distribusi frekuensi

Mudah bukan, untuk Cara Menentukan Kelas Interval pada Tabel Distribusi Frekuensi semoga info dan cara statistika ini bisa bermanfaat buat pengolahan data.

ReadFull Article ..

Thursday, October 24, 2013

Tips Photoshop Pemula Membuat Efek Polaroid Pada Foto

Tips photoshop dengan efek polaroid ini cukup populer, banyak artikel di internet membahas tutorial tentang efek ini. Dalam postingan ini, saya juga akan mencoba membuat efek polaroid ini sekaligus menjadi bahan latihan/tutorial bagi teman-teman yang ingin mencobanya.

Oke.. gambar yang akan saya gunakan adalah gambar menara eiffel Paris, gambar ini bisa anda dapatkan di situs www.phototravels.net. Berikut ini gambarnya:


menara eiffel paris

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Pertama, jalankan Photoshop dan buka file di atas. Sebaiknya dicopy dulu file tersebut untuk membandingkan hasil dengan yang aslinya.

2. Pada palette Layers terlihat sebuah layer yaitu Background. Tekan CTRL+J untuk menduplikat layer tersebut. Hasilnya nanti terlihat seperti ini:

layer

3. Masih pada palette Layers, klik layer Background, lalu klik ikon Create a new layer 3 kali pada bagian bawah palette Layers untuk membuat 3 buah layer baru.

layer

4. Klik/aktifkan Layer 2, lalu tekan huruf D pada keyboard (untuk menyetel warna foreground dan background ke defaultnya, yaitu hitam dan putih). Kemudian tekan ALT+BACKSPACE untuk mengisi layer dengan warna hitam. Pada palette layers akan terlihat seperti ini:

layer

5. Klik/aktifkan Layer 4, lalu pada bidang gambar, buat seleksi seperti pada gambar ini: (gunakan Rectangular Marquee Tool)

seleksi

6. Tekan CTRL+BACKSPACE untuk mengisi layer dengan warna putih.Selanjutnya klik/aktifkan Layer 1 pada palette Layers, lalu klik menu Layer > Create Clipping Mask. Kemudian tekan CTRL+D untuk menghilangkan seleksi. Hasilnya akan terlihat kurang lebih seperti ini:

clipping mask

7. Lanjut, klik/aktifkan Layer 3 pada palette Layers, kemudian buat seleksi seperti ini:

seleksi

8. Tekan CTRL+BACKSPACE untuk mengisi warna putih. Lalu CTRL+D. Hasilnya:

polaroid

9. Kemudian kita beri bayangan, klik menu Layer > Layer Style > Drop Shadow. Pada kotak dialog, langsung klik tombol OK.

10. Selanjutnya fokus ke paletter Layers, pilih Layer 4 dan Layer 3 secara bersamaan (seleksi multi-layer). Caranya klik dulu Layer 4, lalu sambil menekan SHIFT, klik Layer 3. (Perhatian: tidak semua versi photoshop mendukung seleksi multi-layer ini, mungkin hanya photoshop versi terbaru saja yang bisa. Jika photoshop yang kalian gunakan tidak bisa seleksi multi-layer, gunakan ImageReady, caranya klik menu File > Edit in ImageReady. Program ImageReady akan muncul, lalu lakukan kembali langkah tadi. Langkah-langkah selanjutnya di bawah ini tetap akan dilakukan di program ImageReady).

11. Klik-kanan pada gambar, lalu pilih Free Transform. Buatlah putaran sehingga kurang lebih seperti gambar ini: (Setelah buat putaran, dobel-klik gambar untuk menerapkan hasilnya)

gambar

12. Sekarang, aktifkan Layer 1, Layer 4, dan Layer 3 secara bersamaan (Gunakan tombol SHIFT). Lalu tekan CTRL+G untuk membuat group. Pada paletter layers, tutup group tersebut dengan meng-kllik panah di sampingnya. Tampilannya seperti ini:

palette layers

13. Drag Group 1 pada palette Layers ke atas ikon Create a new layer. Hasilnya akan terbentuk duplikat dari Group 1.

layer

14. Selanjutnya, untuk duplikat Group 1 yang telah muncul, ulangi langkah 10 sampai langkah 13 di atas pada layer-layer yang ada di dalam group hasil duplikat dari Group 1 tadi. Untuk langkah 11, buat putaran yang berbeda dengan sebelumnya. Posisinya juga bisa dipindahkan sesuai selera. Kalau saya, hasilnya seperti ini: (Hasil milik anda tidak mesti sama dengan ini).

hasil sementara

15. Ulangi langkah 14 di atas beberapa kali sampai anda merasa hasilnya cukup memuaskan dan menarik. Untuk saya, setelah beberapa kali mengulangi langkah 14 di atas, hasil akhir yang saya peroleh adalah sebagai berikut:

hasil akhir

Selesai ... selamat mencoba !
ReadFull Article ..